Kamis, 14 Maret 2013

Tidak Ada Sesuatupun Yang Kebetulan

Tidak ada sesuatupun yang kebetulan...Karena semuanya terjadi karena ada alasannya..

Posting ini sebenarnya berdasarkan pengalaman Saya pribadi bersama dengan keluarga di awal Januari 2013 lalu. Mengapa Saya baru tuangkan ke dalam blog ini Ya jawaban gampangnya karena Saya setelah sekian waktu baru tadi malam setelah sholat Isya Saya diingatkan akan kejadiannya.

Adalah sebuah perjalanan pulang bersama keluarga (istri serta kedua anak Saya dan adik Saya) menuju Bandung dan Jakarta dari Jogjakarta setelah menghabiskan libur akhir tahun bersama. Pada perjalanan itu Saya menggunakan kendaraan pribadi, yang mana Saya yang bertugas menjadi supirnya dari Jogja - Bandung - Jakarta.

Sebenarnya sih kalau dipikir biasa saja mungkin pengalaman ini merupakan hal sepele, tapi jika kita kaitkan dengan kuasa Allah SWT..Saya selalu merinding jika kembali mengingatnya..bahwa jelas-jelas ada sebuah skenario Tuhan yang terjadi dan itu bukanlah sebuah kebetulan.

Jadi pada saat perjalanan Jogja menuju Bandung via jalur selatan, sebelum melintas perbatasan antar provinsi Jawa Tengah ke Jawa Barat, Saya memang sudah meniatkan diri bersama istri untuk berhenti dan beristirahat sejenak di RM. Pringsewu di bilangan sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Setelah 5 jam berkendara, Saya pikir cukup untuk mendapatkan istirahat, mandi, sholat maghrib, makan malam serta sholat Isya untuk kemudian melanjutkan perjalanan kami menuju Bandung.

Kurang lebih 2 jam setengah Saya beristirahat di restaurant tersebut, sambil menikmati "Fish Spa" serta "Kursi Pijat" dan memberikan kesempatan kepada kedua anak Saya untuk bisa bebas berlari dan bermain setelah sekian jam tertahan hanya di dalam kendaraan saja.

Tepat pk.19.30 WIB seinget Saya, kami melanjutkan perjalanan melintasi perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat via jalur selatan menuju Bandung. Saya lupa tepatnya dimana, namun ketika mulai melintasi hutan-hutan, kemudian kendaraan kami bersama kendaraan lainnya yang menuju arah sama tiba-tiba dialihkan oleh petugas kepolisian setempat. Sempat terjadi antrian cukup panjang, karena rute alternatif pengalihan tersebut pas-pas'an untuk 2 mobil yang berlawanan arah. Pertanyaannya adalah : ada apakah gerangan yang membuat lalu lintas di jalur utama ini harus dialihkan ???


Bukanlah kemacetan karena kepadatan lalulintas yang menyebabkan kami dialihkan melalui jalur alternatif. Dan ternyata, kurang lebih 200 meter di depan Saya dan terletak di jalur utama menuju Bandung tersebut telah longsor saudara-saudara. Ya, hanya beberapa meter saja dari lokasi Saya berbelok menuju rute pengalihan lalu lintas. Dan 7 kendaraan menjadi korban yang tertimbun longsor tersebut.Untuk berita terkait bisa di baca disini.

Yang ingin Saya sampaikan disini kawan-kawan terkait dengan judul posting kali ini adalah :

Kejadian longsor tersebut terjadi sekitar jam 7 malam waktu setempat, bayangkan jika Saya sejak awal tidak mengambil keputusan untuk berhenti mengambil rehat di Rumah Makan tersebut, dalam jarak waktu tempuh yang sama, mungkin Saya beserta keluarga sudah menjadi korban juga akibat longsor yang terjadi.

Niat Saya untuk berhenti dan rehat di lokasi tersebut sebenarnya baru sehari sebelum pulang Saya putuskan, karena sebelumnya Saya inginnya sih beristirahat di rumah makan lainnya setelah perjalanan melintasi perbatasan Jawa Tengah.

Pada saat beristirahat di restaurant tersebut, sebenarnya awalnya hanya berkeinginan setelah sholat maghrib dan makan, Saya lanjutkan perjalanan, namun kemudian di situ Saya memutuskan agar berangkat setelah sholat Isya yang artinya mau tidak mau baru keluar dari lokasi tersebut setelah jam 7 malam. (kejadian longsor sekitar jam 7 malam)

Selama perjalanan semenjak pengalihan jalur, walau menjadi teramat lama di perjalanannya, Saya - istri dan adik saya selalu mendiskusikan apa yang terjadi tadi. Subhan'Allah pikirku dan jerit Saya dalam hati serta otak Saya. Bukan Saya yang membuat Saya dan keluarga selamat dari longsor tersebut, tapi kuasa Allah SWT-lah yang membuat Saya dan keluarga masih hidup hingga saat ini. Dan itu bukanlah sebuah kebetulan, tapi segala yang telah terencana dengan baik..bukan Saya yang merencanakan dengan baik..tapi Allah SWT yang berencana untuk apapun yang terjadi dalam hidup Saya dan keluarga.

Kawan-kawan, pernahkah engkau sejenak merenung kembali tentang segala yang terjadi dalam hidupmu ? Jika kita mau membuka hati dan pikiran kita, mungkin kita akan selalu menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita bukanlah sebuah kebetulan atau kesengajaan belaka. Karena memang tidak ada yang terjadi tanpa kesengajaan, semua terjadi karena atas ijin Allah SWT untuk menjadikannya dalam hidup kita.

Jika Allah menghendaki, apapun yang terjadi akan terjadi "Kun Faya Kun...", Terjadilah, maka terjadilah ia..."