Rabu, 25 Februari 2015

GAGAL .. GAGAL .. DAN GAGAL LAGI

GAGAL, sebuah kata yang lazim di dengar oleh siapapun juga. Sebuah kata dengan 5 huruf yang jika diucapkan mungkin biasa saja namun bisa memberikan dampak yang luar biasa bagi si pengucap maupun si pendengar. Tidak seorangpun ingin, suka dan mau berhadapan dengan kegagalan. Bayangkan jika anda ditanya "Bagaimana jika anda gagal ?" Mungkin jawabannya bisa macama-macam. Ada yang berkelit dengan ke-percayaan dirinya dan mengatakan "Saya tidak mungkin gagal", atau ada juga yang berkata dengan pasrah "Jika gagal ya sudah, mungkin memang belum saatnya berhasil". Atau ada juga yang lain mengatakan sesuai dengan isi hati dan pikiran masing-masing, yang manakah anda ?

Kegagalan buat Saya itu bagian dari sebuah proses dalam rangka meningkatkan kemampuan diri dalam berbagai hal. Jangan ditanyakan hasilnya ya, karena bila diimplementasikan kata-kata tersebut pada sebuah ilustrasi : 10 orang dengan latar belakang beragam memasak nasi goreng dengan gaya dan cara masing-masing pasti hasilnya berbeda. Enak atau tidak enak pada hasil akhirnya nasi goreng tersebut itu sangat bergantung pada kemampuan, pengalaman dan faktor lain yang memasak. Namun pada dasarnya apapun hasilnya mereka semua berhasil membuat nasi goreng (yang penting itu nasi tidak direbus ya..karena akan berubah jadi nasi rebus bukan nasi goreng). Itulah inti dari sebuah proses, bahwa tidak ada sesuatu itu yang pasti-pasti (Hanya Tuhan, lahir dan mati itu yang pasti menurut Saya).

Jika ternyata nasi goreng buatanmu tidak seenak yang Saya buat, percayalah bukan berarti anda gagal. Anda hanya perlu pembelajaran yang lebih banyak lagi ditambah pengalaman-pengalaman lain yang bisa melengkapi tentang bagaimana cara membuat nasi goreng yang enak. Toh enak itu relatif (ada yang suka enak dengan sedikit pedas, atau sangat pedas, atau sedikit asin dan lain-lain..). Jadi jangan dulu berpikir bahwa kita gagal karena memang kita ditakdirkan untuk gagal, atau mungkin itu belum rejeki kita. No..no..no bukan itu, tapi ketidakmampuan kita-lah yang membuat kita gagal. Dan hanya 1 cara yang bisa membuat kita lebih mampu lagi melewati kegagalan yang ada yaitu dengan belajar, berlatih dan berdoa lagi lebih dan lebih dibanding sebelumnya. Mengapa demikian ?

Dalam setiap training Saya selalu menyampaikan bahwa jaman sekarang yang namanya penjahat sudah lebih kreatif dan inovatif. Berbagai kejahatan yang cerdas atau istilah kerennya smart crime itu berjalan seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan jaman. Nah jika penjahat saja berpikir demikian, bagaimana dengan anda yang lebih baik dibandingkan penjahat ? Penjahat selalu mencoba berbagai macam cara agar tujuannya berhasil bahkan dengan menempuh resiko yang tinggi. Lalu bagaimana dengan anda, Saya yakin anda lebih baik dan lebih cerdas dibanding para penjahat adanya. Hanya yang membedakan anda adalah cara berpikir anda. Anda pasti tidak mau melakukan berbagai cara apapun atau menghalalkan segala cara bahkan hingga cara buruk sekalipun dalam mencapai tujuan. Anda juga belum tentu berani mengambil resiko yang tinggi dalam mencapai tujuan. Hal itu wajar, sangat-sangat manusiawi. Lalu bagaimana caranya agar kita lebih berani menghadapi kegagalan baik dalam pekerjaan, pelajaran, hidup dan lain-lain ?

Kegagalan itu hal biasa, menjadi tidak biasa adalah karena cara penerimaan diri kita terhadap kegagalan itu yang mungkin (terkesan) berlebihan. Kita bisa marah, sedih, kecewa, dan tertawa karena kegagalan yang terjadi. Hal itu sangat manusiawi, namun demikian bukan kemudian kita larut dalam perasaan negatif tersebut. Toh berlama-lama dengan perasaan negatif juga tidak akan membuat dirimu menjadi lebih baik bukan ? Bisa dibaca disini tentang berpikir negatif yang tidak baik bagi diri sendiri.

Kegagalan merupakan cara kita untuk dapat mengevaluasi diri beserta kemampuannya. Dengan kegagalan kita bisa tahu seberapa tingkat kemampuan diri ini dalam melakukan sebuah proses menuju target pencapaian yang diharapkan. Namun demikian bersyukurlah atas kegagalan yang terjadi, karena dengan demikian kita sadar bahwa ternyata kemampuan kita belum cukup mumpuni, dan tidak ada cara lain selain berusaha meningkatkan kemampuan diri.

Mencoba lagi..gagal lagi..coba lagi dan gagal lagi..apakah kita harus bertahan dengan tujuan yang sama ?
Jika pertanyaan itu ditujukan pada Saya maka Saya akan jawab "Iya".. kita boleh bertahan dengan tujuan yang sama walau setelah sekian kali mencoba namun sekian kali gagal. Yang perlu dirubah adalah proses serta caranya menuju tujuan tersebut. Mungkin akan lebih "pas" jika Saya menggunakan ilustrasi sebagai berikut :

1. Bayangkan sebuah tempat jauh dari rumah anda tapi anda sangat kenali seluk beluk lokasinya, detail bentuk dan desainnya, fungsi dan lain sebagainya. (Biasa jika dalam sebuah training maka Saya akan mengajak peserta membayangkan sebuah mall/pasar yang dikenal secara umum di daerah tersebut, tujuannya adalh bisa membayangkan bentuk, lokasi, jarak dan detail-detail lainnya terhadap tempat tersebut)

2. Bagaimana cara anda untuk dapat menuju ke lokasi tersebut ? Biasanya jawabannya beragam. Ada yang menjawab jalan kaki, ada yang naik motor, naik mobil, naik angkot, naik bus, naik delman, dsb.

3. Berapa alternatif jalan yang bisa dilalui untuk mencapai tempat lokasi tersebut ? Jawabanyapun beragam bisa lewat jalan ini dan itu, bahkan ada yang sesekali menjawab bisa lewat sungai, atau turun dari helikopter, dan lain-lain.

Nah, dari 3 hal tersebut yang perlu digaris bawahi adalah semua sama-sama menuju tujuan yaitu sebuah lokasi yang sama. Namun berbagai cara, langkah serta strategi bisa dilakukan dalam mencapai tujuan tersebut. Saya yakin jika beberapa jalan menuju lokasi tersebut ditutup karena suatu hal, itu tidak akan menghalangi anda menuju tempat tersebut, anda akan berusaha mencari jalan yang tepat walau terkadang harus memutar dan menggunakan waktu lebih lama hanya untuk mencapai lokasi tersebut.


Inilah yang diperlukan dalam menghadapi kegagalan, tidak mudah memang.. Saya bisa posting seperti ini bukan karena Saya tidak pernah mengalami kegagalan, kegagalan kerap menyertai perjalanan hidup Saya, dan Saya menganggapnya sebagai sebuah bagian yang tidak bisa lepas dengan kesuksesan yang juga selalu menyertai Saya. Saya selalu bangkit dari kegagalan dan kegagalan yang ada, dan untuk bangkit kadang butuh waktu beberapa lama..tapi apapun yang terjadi Saya harus bangkit dari kegagalan..begitu juga anda. "HANYA ORANG MATI YANG TIDAK DAPAT BANGKIT DAN BERDIRI LAGI" Selama Allah SWT masih memberikan nafas hidup dalam diri Saya, maka apapun yang terjadi Saya harus bangkit, walaupun Saya harus menyeret kaki dan badan Saya untuk bisa bangkit, paling tidak untuk berdiri diatas kegagalan yang pernah terjadi, bukan rebah dan tergelatak bersama kegagalan tersebut.

Sekian kegagalan yang terjadi dalam hidupmu bukan berarti anda adalah orang yang ditakdirkan untuk gagal. Saya bisa membuktikan, sekian kegagalan yang terjadi namun demikian sekian mimpi-mimpi Saya bisa Saya wujudkan. Jadi apakah anda akan berhenti karena 1-2 atau sekian kali kegagalan ?? Ini hidupmu..kamu yang menentukan

By :@twitadiwaluyo